Donderdag, 13 Junie 2013

DAMPAK PAKAIAN KETAT TERHADAP KESEHATAN



Latar Belakang
Pakaian merupakan kebutuhan pokok manusia selain makanan dan tempat berteduh/tempat tinggal (rumah).Manusia membutuhkan pakaian untuk melindungi dan  menutup dirinya. Namun seiring dengan perkembangan kehidupan manusia, pakaian juga digunakan sebagai simbol status, jabatan, ataupun kedudukan seseorang yang  memakainya. Perkembangan dan jenis-jenis pakaian tergantung pada adat-istiadat,  kebiasaan, dan budaya yang memiliki ciri khas masing-masing. Pakaian juga meningkatkan  keamanan selama kegiatan berbahaya seperti hiking dan memasak, dengan memberikan  penghalang antara kulit dan lingkungan. Pakaian juga memberikan  penghalang higienis, menjaga toksin dari badan dan membatasi penularan kuman. Salah satu tujuan utama dari pakaian adalah untuk menjaga pemakainya merasa nyaman. Dalam iklim panas busana menyediakan perlindungan dari terbakar sinar matahari atau berbagai dampak lainnya, sedangkan di iklim dingin sifat insulasi termal umumnya lebih penting.
Pakaian melindungi bagian tubuh yang tidak terlihat.  Pakaian bertindak sebagai perlindungan dari unsur-unsur yang merusak, termasuk hujansalju dan angin atau kondisi cuaca lainnya, serta dari matahari. Pakaian juga mengurangi  tingkat risiko selama kegiatan, seperti bekerja atau olahraga. Pakaian kadang-kadang dipakai sebagai perlindungan dari bahaya lingkungan tertentu, seperti seranggabahan kimiaberbahaya, senjata, dan kontak dengan zat abrasif. Sebaliknya, pakaian dapat melindungi lingkungan dari pemakai pakaian, seperti memakai masker.
Banyak kalangan remaja yang lebih memilih menggunakan celana ketat dari pada celana yang lebih longgar, hal ini disebabkan karena  penggunaannya yang sangat praktis, cocok untuk berbagai macam atasan.
Apa dampak pakaian ketat bagi kesehatan?, bagaimana cara pencegahan atau mengurangi penggunaan pakaian ketat ?. Kiranya dapat mencegah atau mengurangi penggunaan pakain ketat, dan pembaca dapat mengetahui dampak buruk pakaian ketat bagi kesehatan dan cara mencegahnya.

Dampak Pakaian Ketat Bagi Kesehetan Manusia
1. Paresthesia
Celana ketat sepinggul berpeluang menimbulkan penyakit
paresthesia. Istilah paresthesia sendiri, menurut Kamus Kedokteran Dorland,  berarti perasaan sakit atau abnormal seperti kesemutan, rasa panas seperti terbakar dan sejenisnya.
Gangguan saraf ringan itu terjadi karena  mereka suka sekali memakai celana ketat sebatas pinggul, setidaknya dalam enam bulan terakhir.
Paresthesia dikenali gejalanya berupa kesemutan yang lama-kelamaan berubah menjadi mati rasa. Kesemutan terjadi lantaran terganggunya  saraf tepi, yakni saraf yang berada di luar jaringan otak di sekujur tubuh. Umumnya karena tertekan, infeksi, maupun gangguan metabolisme.
2. Ancaman Jamur
Pada dasarnya semua jenis pakaian ketat berpotensi  menimbulkan tiga macam gangguan kulit baik itu sebatas pinggul maupun di atas pinggul.
Hal itu disebabkan masalah kelembaban yang memungkinkan jamur subur berkembang biak. Belakangan ini, pasien korban jamur yang berobat ke  Klinik Kulit dan Kelamin RSCM meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sepanjang tahun 2002, sekitar 35% pasien terbukti kena serangan jamur.  Usia mereka berkisar 15 – 45 tahun. Meski tak semuanya berhubungan dengan kebiasaan  berbusana, tetapi kecenderungan meningkatnya jamur sebagai sumber penyakit kulit mesti diwaspadai.
Idealnya, di negara tropis seperti Indonesia, pakaian  ketat atau terlalu tebal memang harusdihindari. Kulit menjadi kekurangan ruang untuk  bernapas, sementara cairan yang keluar dari dari tubuh cukup banyak. Akibatnya, permukaan  kulit menjadi lembab. Jika tak diimbangi busana yang tepat, jamur akan lebih mudah beranak pinak. Jenis jamur yang banyak ditemui adalah jamur panu (bercak putih, cokelat, atau kemerahan), jamur kurap dengan bintik menonjol gatal, serta
jamur kandida  yang basah dan gatal.
3. Berbekas Hitam
Sesuai namanya, gejala gatal dan beruntusan yang menjadi
trademark sang  dermatitis  hanya muncul bila terjadi gesekan antara kulit dengan benda dari luar tubuh. Benda asing yang berpotensi gesek tinggi tidak hanya benda keras, semisal: perhiasan, jam tangan, atau ikat pinggang. Busana sehari-hari, jika terlalu ketat  menempel di tubuh, atau terbuat dan bahan berkontur kasar juga dapat memicu luka.
Celana ketat terutama berpengaruh pada kondisi kulit di sela-sela paha. Awalnya  mungkin cuma radang ringan. Tapi, kalau prosesnya berlangsung lama, bisa menimbulkan  bercak hitam di pangkal paha,” kata Kusmarinah Bramono”. Jika si pemilik tubuh insaf dan menjauhkan diri dari busana ketat, warna hitam tadi mungkin saja berkurang atau hilang sama sekali. Namun, Kusmarinah mengingatkan, proses menghilangkan noda hitam itu tak bisa dilakukan secepat membalik telapak tangan.
Jenis penyakit kulit lain yang biasa menghinggapi pemakai celana ketat adalah biduran atau kaligata. Bentuknya bentol-bentol mirip bekas gigitan ulat bulu. Tingkat keparahannya mulai bentol sebesar biji jagung hingga bibir bengkak.
Biduran bisa muncul di bagian tubuh mana pun. Berdasarkan pengamatan Kusmarinah, banyak pasien tidak menyadari, biduran dapat juga disebabkan oleh tekanan serta ketatnya pakaian.
4. Kanker Ganas Melanoma
Penelitian ilmiah kontemporer telah menemukan bahwasanya perempuan berpakaian tetapi ketat atau transparan, maka ia berpotensi mengalami berbagai penyakit kanker ganas melanoma di sekujur anggota tubuhnya yang terbuka. Majalah kedokteran Inggris melansir hasil penelitian ilmiah ini dengan mengutip beberapa fakta, diantaranya bahwasanya kanker ganas melanoma yang masih berusia dini akan semakin bertambah dan menyebar sampai ke kaki.
Penyakit ini disebabkan sengatan matahari yang mengandung
ultraviolet dalam waktu yang panjang di sekujur tubuh yang berpakaian ketat atau berpakaian pantai (yang biasa dipakai wanita ketika di pantai dan berjemur di sana). Penyakit ini mengenai seluruh tubuh dengan kadar yang berbeda-beda. Tanda-tanda penyakit ini muncul pertama kali adalah seperti bulatan berwarna hitam agak lebar. Terkadang berupa bulatan kecil saja, kebanyakan di daerah kaki atau betis, dan biasanya di daerah sekitar mata, kemudian menyebar ke seluruh bagian tubuh disertai pertumbuhan di daerah-daerah yang biasa terlihat, pertautan limpa (daerah di atas paha), dan menyerang darah, lalu menetap di hati serta merusaknya.
Terkadang juga menetap di sekujur tubuh, diantaranya: tulang, dan bagian dalam dada. Juga bagian perut karena adanya dua ginjal yang menyebabkan  air kencing berwarna hitam karena rusaknya ginjal akibat serangan penyakit kanker ganas ini.  Penyakit ini juga menyerang janin di dalam rahim ibu yang sedang mengandung. Orang yang menderita kanker ganas ini tidak akan hidup lama. Obat-obatan belum bisa mengobati
kankerganas ini.
5. Kemandulan
Pakaian ketat dapat menyebabkan kemandulan pada wanita. Pada cuaca yang sangat dingin, pakaian ketat tidak berfungsi menjaga suhu tubuh dari serangan hawa dingin. Suhu yang terlalu dingin jelas dapat membahayakan kondisi rahim  (Al-Istanbuli, 2006).  
Darah terganggu, menyebabkan varises dan gangguan yang di akibatkan jenis pakaian ketat dalam jangka waktu yang lama adalah membuat bentuk tubuh  menjadi buruk dan merusak tulang punggung. Pakain ketat dan transparan tenyata sangat  berbahaya menurut majalah kedokteran di Inggris, pakaian ketat yang di kenakan dalam waktu panjang dapat menyebabkan Kanker Milanoma. Menurut penelitian ilmiah pakaian ketat yang dikenakan oleh wanita di terik matahari dalam waktu yang panjang, setelah beberapa tahun menyebabkan Kanker ganas milanoma pada usia dini . dan kaos kaki nilon yang mereka kenakan tidak sedikitpun bermanfaat didalam menjaga kaki  mereka dari kanker ganas tersebut.
Kanker Melanoma adalah kanker kulit yang sangat berbahaya, dan kanker ini biasanya di mulai dengan tanda hitam pada kulit, atau tahi lalat. Tahi lalat adalah kumpulan sel pigmen abnormal (melanosit ) yang muncul pada kulit
Dan penyakit ini terkadang mengenai seluruh tubuh dengan kadar yang berbeda-beda. Gejala dari kanker ini adalah munculnya bulatan berwarna  hitam agak lebar dan terkadang berupa bulatan kecil saja, pada daerah kaki atau betis, atau bisa disekitar mata kemudian menyebar ke seluruh bagian tubuh. Penyebaran bulatan ini  disertai pertumbuhan di daerah-daerah yang biasa terlihat, pertautan limpa (daerah di atas paha), menyerang darah, dan menetap di hati dan merusaknya.
Dalam beberapa kasus kanker milanoma juga menyerang  tulang, bagian dalam dada dan perut. Kanker ini juga menyerang ginjal, Jika ginjal sudah rusak air kencing akan berwarna hitam.  Janin juga tidak luput dari serangan kanker milanoma ini.Orang yang menderita kanker ganas ini tidak akan hidup lama, karena belum di temukan obat yang benar benar mampu menyembuhkan kanker ganas ini.
6. Mengganggu mobilitas usus
Penggunaan celana yang terlalu ketat dapat mengganggu mobilitas dari usus. Hal inilah yang membuat seseorang merasa tidak nyaman atau sakit pada perut setelah dua atau tiga jam setelah makan. Namun terkadang masyarakat tidak  menyadari bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh penggunaan celana yang ketat.
7. Memicu pembekuan pembulu darah
Penggunaan pakaian ketat juga akan mengganggu gerakan tubuh yang dapat  memicu timbulnya pembekuan darah di dalam pembuluh darah, membuat aliran terganggu.
8. Mengganggu kesuburan wanita dan gangguan jamur di sekitar organ
Endometriosis (suatu gangguan yang sering mengakibatkan gangguan kesuburan pada wanita) diduga karena disebabkan kebiasaan seseorang yang selalu memakai pakaian ketat selama bertahun-tahun. Menggunakan pakaian ketat akan memicu sel-sel endometrium (selaput lendir rahim) untuk melarikan diri dari rongga rahim lalu berdiam di indung telur, sehingga kesehatan menjadi terganggu.
Bila hal ini dibiarkan terus menerus, maka akan menimbulkan gangguan jamur di sekitar organ intim wanita. Bila sudah menimbulkan jamur, maka dapat dipastikan seorang wanita akan mengalami berbagai gangguan.
Perlu diketahui bahwa jamur itu sangat suka  suasana lembab. ia akan tumbuh subur. Jika menggunakan celana ketat jeans maka daerah lipatanya akan menjadi lembab apalagi jika dipakai seharian itulah salah satu yang menjadi munculnya keputihan
9. Memperburuk kualitas sperma dan menyebabkan kemandulan
Berdasarkan penelitian bahwa penggunaan pakaian ketat menyebabkan penurunan kualitas sperma yaitu  jumlah sperma yang biasanya 60 juta per mililiter kini turun drastis hingga ke angka 20 juta per mililiter. Setelah dilakukan penelitian  mendalam ternyata masalahnya masih terjadi pada skrotum lapisan yang melindungi penis. Suhu yang tidak normal pada
skrotum karena sering ditekan oleh celana jeans ketat bisa berakibat buruk pada kualitas sperma karena tumpukan keringat yang tidak bisa keluar disekitar penis tentu akan menimbulkan jamur yang akan meningkatkan suhu testis dalam produksi sperma.
Kurang lebih sama saja dengan wanita, penggunaan celana ketat bisa menimbulkan ‘kekurangan udara’ terutama kepada
organ vital.Umumnya suhu udara yang kondusif untuk organ vital normalnya sampai 36,5 derajat celcius, namun saat memakai celana ketat, suhu udarapun naik menjadi 37 derajat celcius.  Kondisi yang panas ini sangat berbahaya buat sperma. Sebuah penelitian membuktikannya  dengan mengambil sampel pria yang suka mengenakan celana ketat. Jumlah sperma yang diproduksi biasanya 60 juta permilimiter, dengan menggunakan celana ketat jumlah sperma turun drastis sepertiganya, yakni 20 juta permililiter.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Ternyata masalahnya terletak pada skrotum. Suhu yang tidak normal pada skrotum karena celana jeans ketat  bisa berakibat buruk pada kualitas sperma loh sobat kenapa? karena tumpukan keringat yang tidak bisa keluar di sekitar Organ vital. Ini akan menimbulkan jamur yang akan meningkatkan suhu testis dalam produksi sperma, dan bila diteruskan akan menjadi gatal dan akan menjalar ke bagian
buah zakar.
Ujung-ujungnya pun akhirnya terletak pada kesuburan kalian, walaupun secara genetik kamu termasuk keturunan yang subur, tetapi dengan kebiasaan penggunaan celana jeans ketat bisa menurunkan kualitas kesuburan!
10. Menyebabkan pingsan 
Mungkin terdengar ekstrim tapi hal ini sering dialami  oleh beberapa wanita. Meski  korset  sudah tidak popular lagi, pakaian sejenis itu dapat mengurangi pemakainya mengembangkan paru-parunya dan hal ini akan mengakibatkan nafas terasa berat. Selain itu, akan memperkecil  oksigen yang masuk ke dalam tubuh. Kategori pakaian seperti ini termasuk pakaian dalam pernikahan, bustier, dan spandek
11. Menaikkan asam lambung 
Terlalu ketat juga akan menyebabkan naiknya cairan asam lambung karena tekanan yang terlalu besar pada perut. Hal ini dapat meningkatkan tekanan di daerah abdominal yang akan menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan
12. Pakaian Ketat menurut Agama (Islam)
Memakai pakaian yang ketat dan sesak tidak  dianjurkan (makruh) baik dari sudut pandang syari’ah maupun dari sudut pandang kesehatan. Ada sebagian jenis baju ketat membuat orang yang mengenakannya sulit melakukan sujud. Jika baju seperti ini menyebabkan si pemakai sukar mengerjakan shalat atau bahkan  menyebabkan dia meninggalkan shalat, maka jelas hukum memakai baju seperti ini adalah haram.
Asy-Syaikh al Albaniy berkata bahwa celana ketat itu mendatangkan dua macam musibahMusibah pertama, bahwa orang yang memakainya menyerupai orang-orang kafir. Sedangkan Kaum Muslim memang memakai celana, akan tetapi model celana yang lebar dan longgar. Model seperti ini masih banyak  dipakai di daerah Suriah dan Libanon. Ummat Islam baru mengenal celana ketat setelah  mereka dijajah bangsa eropa. Pengaruh buruk itulah yang diwariskan oleh kaum penjajah  kepada ummat Islam. Akan tetapi karena kebodohan dan ketololan ummat Islam sendiri,  Mereka mengambil tradisi buruk tersebut.
Musibah kedua, celana ketat menyebabkan bentuk aurat terlihat dengan jelas. Memang benar bahwa aurat pria adalah anggota badan antara pusar dan lutut. Namun seorang hamba yang sedang melakukan shalat dituntut untuk berbuat lebih dari ketentuan yang telah ditetapkan oleh syariat (dalam masalah busana ini,  lihat Al Qur’an Surah 7:31). Tidak pantas dia melakukan maksiat kepada Allah subhanahu wa ta’ala ketika sedang sujud bersimpuh di hadapan-Nya. Ketika dia mengenakan celana ketat, maka kedua pantatnya akan terbentuk dengan jelas. Bahkan lebih dari itu, bagian tubuh yang membelah keduanya juga terlihat nyata !
Bagaimana seorang hamba melakukan shalat dan menghadap
Rabb Semesta Alam dalam keadaan seperti ini ?! Yang lebih aneh lagi adalah  mayoritas pemuda Muslim biasanya menentang keras apabila kaum wanita Muslimah  memakai baju ketat. Alasan mereka bahwa baju ketat  yang dipakai wanita bisa menunjukkan bentuk tubuhnya secara jelas. Akan tetapi pemuda ini lupa akan dirinya sendiri. Dia tidak sadar  bahwa dia telah mengerjakan suatu hal yang dia sendiri membencinya.
Jika demikian, tidak ada bedanya antara wanita yang memakai baju ketat sehingga terlihat lekuk tubuhnya dengan pria yang memakai celana  ketat (jeans dan semacamnya-pen-) sehingga terlihat bentuk kedua pantatnya. Ketika pantat pria dan wanita dianggap sebagai aurat, maka hal menggunakan baju ketat bagi mereka itu sama saja hukumnya, yakni dilarang. Sebenarnya para pemuda wajib menyadari musibah yang telah melanda mayoritas mereka.
Rasulullah SAW telah melarang kaum pria shalat  dengan memakai celana tanpa gamis (kemeja). Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Daud  dan al Hakim. Sanad hadits ini sendiri berkualitas hasan. Lihat Shahiih al Jaami’ al  Shaghiir nomor 6830 dan juga diriwayatkan oleh al Thahawiy dalam Syarh Ma’aaniy al Atsaar (I/382).
Adapun jika model celana yang dikenakan  ketika shalat tidak ketat dan berukuran longgar, maka sah shalat yang dikerjakan. Yang lebih  baik adalah dirangkap dengan gamis yang bisa menutup anggota tubuh antara pusar dan lutut.  Akan tetapi lebih baik lagi apabila panjang gamis itu sampai setengah betis atau sampai  mata kaki (asalkan tidak sampai menutupi mata kaki –pen). Hal seperti ini adalah cara menutup aurat yang paling sempurna (mungkin pakaian seperti ini di daerah kita agak sukar didapatkan di pasaran, namun cukup banyak sarung yang bisa menggantikan fungsinya –pen-). (Al Fataawaa I/69, tulisan Syaikh ‘Abdul Aziz bin ‘Abdullah bin Baz).
Dengan latar belakang inilah Komite Tetap Pembahasan Masalah ‘Ilmiyyah dan fatwa Saudi Arabia (semacam MUIdi Indonesia -pen-)  menjawab pertanyaan mengenai hukum Islam tentang shalat memakai celana. Jawaban yang dirumuskan adalah sebagai berikut: “Jika pakaian tersebut tidak menyebabkan aurat terbentuk dengan jelas, karena modelnya longgar dan tidak bersifat transparan sehingga anggota aurat tidak bisa dilihat dari arah belakang, maka boleh dipakai ketika shalat. Namun  apabila busana itu terbuat dari bahan yang tipis sehingga memungkinkan aurat yang memakai dilihat dari belakang, maka shalat yang dikerjakan batal hukumnya. Jika sifat busana yang dipakai hanya mempertajam atau memperjelas bentuk aurat saja, maka makruh  mengenakan busana tersebut ketika shalat. Terkecuali jika tidak ada busana lain yang dapat dikenakan.
13.    Cara Mengurangi Atau Mencegah Seorang Memakai Pakaian Ketat yang Berdampak Buruk Bagi Kesehatan
Setiap manusia tentunya ketika mengetahui akibat dari penggunaan pakaian ketat akan mulai sadar dan mengurangi pemakaian pakaiaan ketat. Selain itu, mengurangi produksi pakaiaan ketat juga bisa menjadi salah satu cara yang tepat.
Pemahaman sejak dini dari orang tua sangat  berperan dalam memberikan pendidikan dalam berpakaian sehingga sejak kecil anak dapat memahami dampaknnya bagi kesehatan.
Petugas kesehatan mempunyai perananan  yang penting dalam pencegahan penggunaan pakaian ketat ini dengan memberikan penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat terutama masyarakat di perkotaan.
14.  Kesimpulan 
Pakaian merupakan kebutuhan pokok manusia selain  makanan dan tempat berteduh/tempat tinggal (rumah). Manusia membutuhkan pakaian  untuk melindungi dan menutup dirinya. Namun seiring dengan perkembangan kehidupan  manusia, pakaian juga digunakan sebagai simbol status, jabatan, ataupun kedudukan seseorang yang memakainya. Pakaian juga dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan pemakainya,  sehingga dalam memilih pakaian yang digunakan harus cermat, seperti memilih pakaian yang tidak terlalu ketat bagi tubuh, agamapun melarang.
15.  Saran 
Sebagai individu yang berperan dalam kesehatan masyarakat, pemahaman akan masalah-masalah yang sering terjadi sesuai dengan perkembangan zaman  sangat penting dalam memecahkan permasalahan kesehatan masyarakat.

Ibu Anemia Defisiensi Besi Mempengaruhi Emosi Postpartum dan Cognition1

Ibu Anemia Defisiensi Besi Mempengaruhi Emosi Postpartum dan Cognition1

    
John L. Beard2,
    
Michael K. Hendricks *,
    
Eva M. Perez *,
    
Laura E. Murray-Kolb,
    
Astrid Berg *,
    
Lynne Vernon-Feagans †,
    
James Irlam *,
    
Washiefa Isaacs *,
    
Alan Sive *, dan
    
Mark Tomlinson *
+ Afiliasi Penulis

    
Departemen Ilmu Gizi, The Pennsylvania State University, University Park, PA 16802;
    
* Sekolah Kesehatan Anak dan Remaja, University of Cape Town, Cape Town, Afrika Selatan, dan
    
† School of Education, University of North Carolina, Chapel Hill, NC 27599

    
↵ 2To siapa korespondensi harus ditangani. E-mail: jbeard@psu.edu.

 
Bagian berikutnyaAbstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan apakah anemia defisiensi besi (ADB) pada ibu mengubah kinerja mereka ibu kognitif dan perilaku, interaksi ibu-bayi, dan perkembangan bayi. Artikel ini berfokus pada hubungan antara IDA dan kognisi serta perilaku mempengaruhi dalam ibu muda. Prospektif, acak, terkontrol, percobaan ini intervensi yang dilakukan di Afrika Selatan antara 3 kelompok ibu: kontrol nonanemic dan ibu anemia menerima baik plasebo (10 ug folat dan 25 mg vitamin C) atau besi harian (125 mg FeS04, 10 ug folat, 25 mg vitamin C). Ibu dari bayi berat lahir normal yang penuh panjang diikuti dari 10 minggu sampai 9 mo postpartum (n = 81). Status hematologi dan besi ibu, sosial ekonomi, kognitif, dan emosional status, interaksi ibu-bayi, dan perkembangan bayi dinilai pada 10 minggu dan 9 mo postpartum. Variabel perilaku dan kognitif pada awal tidak berbeda antara ibu anemia kekurangan zat besi dan ibu nonanemic. Namun, pengobatan besi menghasilkan peningkatan 25% (P <0,05) di sebelumnya depresi ibu kekurangan zat besi 'dan stres skala serta Progressive tes Matriks Raven. Ibu anemia diberikan plasebo tidak membaik dalam tindakan perilaku. Analisis multivariat menunjukkan hubungan yang kuat antara variabel besi statusnya (hemoglobin, rata-rata volume corpuscular, dan kejenuhan transferrin) dan variabel kognitif (Digit Symbol) serta variabel perilaku (kecemasan, stres, depresi). Studi ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara status besi dan depresi, stres, dan fungsi kognitif pada ibu miskin Afrika selama periode postpartum. Ada kemungkinan konsekuensi dari ini miskin "berfungsi" pada interaksi ibu-anak dan perkembangan bayi, tetapi kendala sekitar relasi ini harus didefinisikan dalam studi yang lebih besar.

Diet, Faktor Lingkungan, dan Gaya Hidup Mendasari Prevalensi Tinggi Vitamin D Kekurangan Dewasa Sehat di Skotlandia, dan Suplementasi Mengurangi Proporsi Yang Parah Deficient1, 2,3



    
Lina Zgaga4, 5,10, *,
    
Evropi Theodoratou4, 5,10,
    
Susan M. Farrington5,
    
Felix Agakov4,
    
Albert Tenesa5,
    
Marion Walker5,
    
Susan Knox6,
    
A. Michael Wallace6, 11,
    
Roseanne Cetnarskyj7,
    
Geraldine McNeill8,
    
Janet Kyle8,
    
Mary E. Porteous9,
    
Malcolm G. Dunlop5, dan
    
Harry Campbell4, 5, *
+ Afiliasi Penulis

    
4Centre Kependudukan Ilmu Kesehatan, Universitas Edinburgh, Edinburgh EH8 9AG, Inggris
    
5Colon Kanker Genetika Group dan Akademik Coloproctology, Institut Genetika dan Molekuler Kedokteran Universitas Edinburgh dan Genetika Manusia MRC Unit, Western General Hospital, Edinburgh, EH4 2XU, UK
    
6Department Biokimia Klinis, Royal Infirmary, Glasgow G4 0SF, Inggris
    
7School Keperawatan, Kebidanan dan Sosial, Fakultas Kesehatan, Kehidupan dan Ilmu Sosial, Edinburgh Napier University, Edinburgh, UK
    
8Public Kesehatan Nutrition Research Group, The Rowett Institute of Nutrition and Health, Bucksburn, Aberdeen AB21 9SB, UK
    
9Southeast Skotlandia Layanan Klinik Genetik, University of Edinburgh, Rumah Sakit Umum Barat, Edinburgh, EH4 2XU, UK

    
* Untuk siapa korespondensi harus ditangani. E-mail: lina.zgaga @ ed.ac.uk atau harry.campbell @ ed.ac.uk.

    
↵ 10 Kedua penulis memberikan kontribusi sama untuk pekerjaan ini.
Abstrak
Kekurangan vitamin D baru-baru ini terlibat sebagai faktor risiko yang mungkin dalam penyebab berbagai penyakit, termasuk kondisi nonskeletal. Pada manusia, sintesis kulit melalui sinar UVB adalah sumber potensial dari vitamin D, tetapi di daerah dengan UVB rendah, individu beresiko kekurangan vitamin D. Tujuan kami adalah untuk menggambarkan prevalensi defisiensi vitamin D dan untuk menyelidiki faktor penentu plasma 25-hidroksivitamin D (25-OHD) konsentrasi di negara lintang utara tinggi. Diet secara detail, gaya hidup, dan data demografi dikumpulkan untuk 2.235 orang dewasa sehat (21-82 y) dari Skotlandia. Plasma 25-OHD diukur dengan kromatografi cair-tandem MS. Di antara peserta penelitian, 34,5% yang sangat kekurangan (25-OHD <25 nmol / L) dan 28,9% berada pada risiko tinggi kekurangan (25-40 nmol / L). Hanya 36,6% dari peserta yang berisiko rendah kekurangan vitamin D atau memiliki tingkat yang memadai (> 40 nmol / L). Di antara peserta yang memakai suplemen, 21,3% memiliki Mei-standar konsentrasi 25-OHD> 50 nmol / L, 54,2% memiliki 25-50 nmol / L, dan 24,5% memiliki <25 nmol / L, sedangkan ini adalah 15,6, 43,3 , dan 41%, masing-masing, di antara mereka yang tidak mengambil suplemen (P <0,0001). Sumber yang paling penting dari vitamin D suplemen dan konsumsi ikan. Kekurangan vitamin D di Skotlandia sangat lazim karena kombinasi paparan cukup untuk UVB dan asupan makanan tidak cukup. Tinggi diet asupan vitamin D sederhana meningkatkan konsentrasi plasma 25-OHD (P = 0,02) dan mengurangi proporsi individu sangat kekurangan (P <0,0001). Di daerah dengan paparan UVB rendah, diet dan asupan suplemen mungkin jauh lebih penting daripada yang diperkirakan sebelumnya dan pertimbangan harus diberikan untuk meningkatkan kecukupan gizi yang dianjurkan saat ini 0-10 mg / hari untuk orang dewasa di Skotlandia.

Protein, Pertumbuhan dan Urea Kinetics Diet pada Anak parah malnutrisi dan Selama Recovery1



    
Asha Badaloo *,
    
Michael Boyne *,
    
Marvin Reid *,
    
Chandarika Persaud †,
    
Terrence Forrester *,
    
D. Joe Millward ‡, dan
    
Alan A. Jackson †, 2
+ Afiliasi Penulis

    
* Tropical Metabolisme Research Unit, University of West Indies, Mona, Kingston 7, Jamaika,
    
† Institute of Human Nutrition, University of Southampton, Southampton SO16 7PX, Inggris, dan
    
‡ Pusat Gizi dan Keamanan Pangan, School of Biological Sciences, University of Surrey, GU2 5XH, Inggris Raya

    
↵ 2To siapa korespondensi harus ditangani di Institute of Human Nutrition, University of Southampton, Bassett Crescent Timur, Southampton SO16 7PX, Inggris Raya.
Abstrak
Angka kematian kasus gizi buruk pada anak-anak tetap tinggi, tetapi pendekatan terbaik didirikan untuk pengobatan tidak digunakan dalam praktek. Energi dan kadar protein diet pada berbagai tahap pengobatan muncul penting, tetapi masih kontroversial. Pengaruhnya terhadap pertumbuhan, urea kinetika dan ekskresi 5-L-oxoproline dibandingkan antara susu formula standar (kelompok HP) tersedia dalam jumlah yang berbeda pada setiap tahap pengobatan dan rejimen diet yang direkomendasikan, yang membedakan persyaratan protein dan energi selama fase akut resusitasi (asupan pemeliharaan energi dan protein, protein yang relatif rendah untuk rasio energi, kelompok LP) dari yang selama pemulihan defisit berat (energi dan padat gizi). Energi yang dibutuhkan untuk menjaga berat badan kurang di HP daripada kelompok LP, tetapi kelompok HP tidak mampu mencapai setinggi asupan energi selama kepuasan membuang-buang karena volume tinggi yang akan memiliki untuk dikonsumsi. Dibandingkan dengan kelompok LP, dalam kelompok HP selama pertumbuhan catch-up ada deposisi secara signifikan lebih besar dari jaringan ramping dan tingkat produksi yang lebih tinggi urea, hidrolisis dan penyelamatan urea-nitrogen. Ini, bersama dengan tingkat yang lebih tinggi dari 5-L-oxoprolinuria, menyarankan kendala yang lebih besar dari pembentukan jumlah yang cukup asam amino nonesensial, terutama glisin, dalam menghadapi tuntutan ditingkatkan. Meskipun rehabilitasi yang lebih efektif dapat dicapai menggunakan rumus standar, ada kebutuhan untuk menentukan sejauh mana mungkin memaksakan stres metabolik dibandingkan dengan formulasi dimodifikasi.

tanslate by ridha husnani

Arginine dalam Critical Care Setting1-3



    
Minhao Zhou dan
    
Robert G. Martindale *
Afiliasi Penulis

    
Departemen Bedah, Oregon Health dan Science University, Portland, OR 97239

    
↵ * Kepada siapa korespondensi harus ditangani. E-mail: martindr@ohsu.edu.

 
Bagian berikutnyaAbstrak
Arginine adalah asam amino nonesensial dalam keadaan fisiologis normal yang menjadi conditionally penting selama periode stres hipermetabolik. Literatur terbaru mendukung hipotesis bahwa arginin memainkan peran penting dalam metabolisme perantara dari pasien sakit kritis. Saat tulisan mengenai perawatan kritis bertentangan pada penggunaan arginin dalam pengaturan klinis, dan beberapa pihak sebagai obat mujarab, sedangkan yang lain melaporkannya sebagai racun. Beberapa laporan individu dan setidaknya 5 besar meta-analisis menggunakan kombinasi nutrisi kekebalan-modulasi telah melaporkan hasil yang sebagian besar menguntungkan, tetapi hanya sedikit yang mengevaluasi efek arginin ketika diberikan sebagai nutrisi tambahan tunggal. Ulasan ini mencoba untuk menganalisa secara obyektif literatur dan mengevaluasi peran potensial arginin dalam pengaturan perawatan kritis.
Perawatan pasien sakit kritis telah berubah secara dramatis di masa lalu 5 y. Perubahan ini telah didorong oleh laporan berbasis bukti morbiditas dan mortalitas (1) menurun. Ini dirancang dengan baik uji acak prospektif telah berfokus pada kontrol glikemik teliti, membatasi volume tidal ventilator cedera akut paru / sindrom gangguan pernapasan dewasa, waktu sepsis resusitasi, penggunaan steroid, diaktifkan protein C, dan memimpin tim perawatan kritis intensivist. Intervensi dan lain-lain telah diringkas dalam Masyarakat Care Medicine Penggabungan Kampanye Sepsis Kritis (1). Dukungan nutrisi selalu menjadi bagian integral dari perawatan kritis tapi mencolok absen dari Pedoman Sepsis Penggabungan. Nutrisi itu mungkin dihilangkan, karena penelitian yang konsisten melaporkan manfaat dalam menurunkan angka kematian kurang. Baru-baru ini, bagaimanapun, 2 studi klinis yang dirancang dengan baik melaporkan morbiditas dan mortalitas yang lebih rendah dengan awal (<48 jam) makan (2,3).
Penggunaan nutrisi tertentu kekebalan-modulasi dan formula telah menjadi rutin dalam pengaturan perawatan kritis di banyak institusi besar yang diakui dengan baik (4). Setidaknya 6 disebut formula kekebalan-modulasi saat ini tersedia secara komersial di Amerika Serikat. Beberapa kombinasi dari nutrisi arginin, n-3 asam lemak, glutamin, antioksidan, dan asam nukleat adalah yang paling sering ditemukan pada formula ini. Arginin, salah satu komponen kunci dari formula ini, telah mendapatkan perhatian khusus dan telah dilaporkan oleh beberapa menjadi obat mujarab, sedangkan yang lain menganggapnya sebagai racun di unit perawatan intensif (ICU) 4 pengaturan. Ulasan singkat ini akan mencoba untuk objektif mengevaluasi konsep saat ini didukung oleh data klinis atau eksperimental mengenai penggunaan arginin dalam pengaturan perawatan kritis.